Perluas Layanan Pembiayaan UMKM, BPR MM Gandeng Fintech Modal Rakyat

22

Peluangusahaku.id – Jakarta, 16 Februari 2021 – Pandemi dan perekonomian, tentu menjadi dua hal yang saling terkait. Semakin tak berujung masa pandemi, kondisi perekonomian negara bisa menjadi pertaruhan di masa mendatang. Pandemi berdampak terhadap penurunan pendapatan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa 82,85% pengusaha mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi. Penurunan pendapatan usaha menengah kecil yakni mencapai 84%, dibandingkan usaha menengah besar yang mencapai 82%. Hal ini tentu menjadi keprihatinan bersama, dimana UMKM tidak hanya membutuhkan bantuan pemerintah, tetapi diperlukan dukungan secara masif dari berbagai pihak termasuk lembaga keuangan. 

Berangkat dari situasi tersebut, PT Modal Rakyat Indonesia (Modal Rakyat) berinisiatif untuk semakin gencar dalam menyalurkan pendanaan bagi pelaku UMKM. Salah satu langkah yang dilakukan, yakni dengan memperbanyak pendana institusi agar penyaluran pembiayaan dapat lebih optimal. Tidak hanya dengan industri perbankan hingga start-up, tahun 2021 Modal Rakyat juga memperluas peluang kerja sama dengan Bank Perkreditan Rakyat, salah satunya Bank MM. 

PT. BPR Masyarakat Mandiri atau lebih dikenal Bank MM menjadi BPR pertama yang bekerja sama dengan Modal Rakyat sebagai pendana institusi.  Penandatanganan perjanjian kerjasama telah dilakukan oleh Hendoko (CEO Modal Rakyat) dan Febrianto Anugrah Kesuma (Direktur Utama Bank MM) pada Kamis (04/02) di Kantor Bank MM, Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam kesepakatan ini, Bank MM berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan hingga Rp2 Miliar melalui Modal Rakyat. 

“Kita sangat senang, teman-teman BPR sudah mulai mengikuti sosialisasi yang dilakukan oleh OJK dan AFPI dalam rangka menggencarkan kolaborasi dengan platform digital. Bank MM merupakan salah satu institusi keuangan yang menghubungi kita langsung untuk mengutarakan minat menjadi pendana institusi di Modal Rakyat. Kita harapkan minat dan intensi seperti ini dapat terus bertambah dari kalangan pelaku BPR di tahun 2021 ini,” ungkap Hendoko. 

Pembiayaan akan difokuskan bagi pelaku UMKM yang terdaftar di Modal Rakyat dengan penyaluran Rp100 juta – Rp2 Miliar, dengan durasi pinjaman 1-6 bulan. Adapun pembiayaan ini akan disalurkan kepada pelaku Usaha Menengah yang memenuhi standar penilaian kredit di Modal Rakyat.

Didirikan di Sidoarjo sejak 1 Mei 1990 dengan nama BPR Artha Nunggal dan mulai beroperasi pada 13 Maret 1991, Bank MM memiliki visi yakni “Menjadi Bank Komunitas yang dipercaya dalam kemitraan dengan masyarakat”. Sejalan dengan visi tersebut, kerja sama dengan Modal Rakyat menjadi salah satu langkah strategis bagi Bank MM. 

“Dengan bertumbuhnya layanan Finansial Teknologi yang saat ini mulai berkembang di Indonesia dimana kini Layanan Keuangan bisa diakses lebih mudah, cepat dan luas. Hal ini mendasari kami bekerjasama dengan Modal Rakyat dalam penyaluran pendanaan kepada pelaku UMKM,” ungkap Febrianto, selaku Direktur Utama Bank MM.

Hingga kini Modal Rakyat sebagai perusahaan fintech lending Modal Rakyattelah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp914 Miliar kepada lebih dari 20.000 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Per Desember 2020 sebanyak 62,82% penyaluran pembiayaan di DKI Jakarta, dan 31,18% di luar DKI Jakarta. Adapun penyaluran sebanyak 51,81% pada sektor Teknologi dan 27,32% sektor Perdagangan. Sedangkan jumlah pendana hingga kini terdapat lebih dari 45.000 pendana individu dan 13  pendana institusional (termasuk Bank MM) di Modal Rakyat.  “Tahun 2021, kami menargetkan penyaluran pembiayaan Rp 2 Triliun. Kami berharap ke depan semakin banyak pendana institusi, termasuk BPR yang bekerja sama dengan Modal Rakyat. Semoga kolaborasi dan aliansi antara Institusi Keuangan non digital dan digital makin solid dan prima di tahun 2021 ini.” imbuh Hendoko