Kreatif Membangun Tren Makanan Sehat di Era Normal Baru

peluangusahaku.id – NEO ORGANIZER dan AFI (Asosiasi Franchise Indonesia)  mengadakan The Game Changer Entrepreneurship selama 10 hari pada Agustus hingga September 2020 dengan menghadirkan topik-topik menarik dalam dunia bisnis. Di acara ini ada 10 session dan 30 pembicara yang akan ditayangkan melalui 3 channel, yaitu Youtube, FB, dan Zoom.

The Game Changer Entrepreneurship dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Dr. H. Ahmad Riza Patria pada 6 Agustus 2020. Dalam sambutannya, Ahmad Riza Patria menyampaikan agar pebisnis bisa beradaptasi, punya mindset untuk bertumbuh, dan jangan berada dalam zona nyaman serta selalu pantang menyerah dalam semua keadaan.

Setelah acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur, tampil penyanyi mezzosoprano bersuara emas Yasashi I Evelyn menyanyikan lagu Nyiur Hijau yang mengingatkan kita tentang tanah air kita yang subur dan kaya makmur.

Acara perdana Vol-1 mengangkat tema Be Willing to Change dengan menghadirkan narasumber Ir. H. R. Suryaman, MM (Ketua Tim Walikota Untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan/ TWUP4 Kota Bekasi, Dr. H. Akhmad Mustain, S.STP, M.Si (Kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Palembang, Ir. Eddy Satriya, M.A (Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi & UKM Republik Indonesia) yang diwakili oleh Rahmadi, S.Sos, M.Si (Plt.AsDep Pemetaan Kondisi dan Peluang Usaha Kementerian Koperasi & UKM Republik Indonesia).

Dalam sesi yang berjudul ‘Strategi Pemulihan & Pertumbuhan Ekonomi Kota Bekasi Melalui Kewirausahaan’, Suryaman mengatakan bahwa telah terjadi penurunan berbagai sektor baik pada tingkat mikro, kecil, dan menengah. Karena itu, Kota Bekasi telah melakukan banyak hal dalam mengadaptasi paska pandemi Covid, antara lain revitalisasi usaha 7 sektor dan aktivasi koperasi. Sedangkan Akhmad Mustain menyatakan bahwa Palembang siap mendukung para pebisnis dari berbagai kota di Indonesia untuk mulai masuk kewilayahnya dan beliau akan memudahkan semua proses perijinan. Pemkot Palembang juga memberikan relaksasi untuk pembayaran pajak hotel, pajak reklame, dan lain-lain, semuanya ditujukan untuk membangkitkan perekonomian paska pandemi. Selanjutnya, Rahmadi dari Kementrian Koperasi dan UKM memaparkan bahwa Indonesia akan mampu menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025 dan departmennya telah melakukan banyak hal dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, baik subsidi bunga KUR maupun penjaminan untuk modal kerja.

Djoko Kurniawan, Konsultan Bisnis dan Franchise Expert dari DK Consulting yang dipercaya untuk memandu acara tersebut menambahkan dalam kesimpulannya bahwa pebisnis harus mendukung pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional dan jangan hanya mengkritik. Masih banyak hal yang harus dilakukan secara bersama antara pebisnis dan pemerintah. Djoko juga memberikan tips menghadapi ‘next normal’ dengan singkatan COVID (Collaboration Value Intimacy Delivery), yang artinya pebisnis harus selalu bekerja sama/ kolaborasi untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar, memiliki value baik dalam berbisnis, melayani customer dengan lebih baik dan membangun hubungan baik yang intim, dan menjalankan operasional bisnis dengan baik.

Ketua AFI Anang Sukandar dalam sambutannya menyampaikan beberapa pesan kepada pengusaha franchise, antara lain untuk lebih berpikir kreatif membangun trend makanan sehat yang berprospek pada era normal baru.