Rizki Tergantung Apa yang Saya Lakukan….

Mari sejenak kita menyaksikan sebuah kisah seorang pekerja profesional. Dia sudah mengabdikan umurnya, hampir 35 tahun di perusahaan pembuatan mobil. Sebut saja namanya Bapak Atang. Rambutnya benar-benar sudah memutih. Kulit tidak bisa dibohongi mulai memudar dan mengendor. Namun, dia sangat mensyukuri matanya masih jernih tanpa memerlukan alat bantu melihat.

Dia mulai memutuskan mengabdikan diri di perusahaan ini, semenjak beranjak usia 20 tahun. Jadi, usianya sekarang sekitar 55 tahun. Kariernya dari level bawah, hingga konseptor (perancang) mobil baru. Kemudian, karena sudah sangat lama dia di sana, Bapak Atang memutuskan untuk pensiun sebelum jatah sewajarnya. Biasanya, di perusahaan beliau bekerja, baru pensiun usia 58.

Suatu hari, beliau datang menjumpai pimpinannya dengan membawa surat permohonan pensiun. Setelah menyampaikan niatnya, atasan menyetujui pengajuan beliau. Termasuk uang pesangon yang beliau harapkan. Akan tetapi, direktur memohon kepada Bapak Atang, agar beliau berkenan merancang sebuah mobil lagi, sebagai karya terakhir beliau di sana.

Mendengar permohonan ini, Pak Atang menarik nafas agak panjang. Kemudian menaikkan sedikit alisnya. Seperti orang menerima beban. Dan apa boleh buat?. Pak Atang dengan terpaksa menerima perintah tersebut.

Pak Atang pun mulai melakukan proses perancangan dibantu oleh asistennya. Namun, perancangan kali ini tidak seperti perancangan yang biasa Pak Atang kerjakan. Biasanya beliau memperhatikan setiap inci secara seksama. Namun, pada projek pengkhataman kerja ini, Pak Atang membuat asal jadi saja. Dan kualitas hasil dari konsep abal-abal (asal jadi), sudah bisa kita tebak seperti apa bentuknya?

Konsep sudah jadi, kemudian masuk ke produksi. Sebagaimana rancangan yang Pak Atang buat, setelah mobilnya selesai, atasan Pak Atang mengucapkan terima kasih atas kinerja beliau selama ini. Untuk pulang ke rumah menikmati masa tuanya, pemilik perusahaan menghadiahkan mobil rancangan terakhir kepada Bapak Atang (mobil yang dibuat asal jadi).