Untung Besar dari Budidaya Patin Hias Albino

peluangusahaku.id – Ikan patin (Pangasius pangasius) yang dikenal di Indonesia ternyata ada beberapa jenis. Beberapa di antaranya yang paling populer adalah Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus atau Pangasius sutchi), Patin Jambal (Pangasius djambal) atau patin lokal dan Patin Pasopati. Patin Pasopati merupakan hasil silangan induk Patin Siam betina dengan induk Patin Jambal jantan. Ikan patin bertubuh panjang dengan perbandingan panjang dan tinggi sekitar 4:1. Ikan ini juga bertubuh tipis atau tidak bulat, seperti ikan lele. Berpunggung lurus mulai dari punggung sampai pangkal ekor. Tidak seperti ikan lainnya, ikan patin tidak bersisik, kepalanya kecil, gepeng dan batok kepala keras. Mata dan hidungnya kecil, namun memiliki belahan mulut yang lebar. Ikan ini pun memiliki dua sungut, sehingga sering disebut catfish (ikan berkumis seperti kucing).

Patin Siam memiliki tubuh yang lebih panjang dari patin lokal, tetapi sirip punggung dan patilnya lebih pendek. Selain itu Patin Siam memiliki daging berwarna kemerahan, sedangkan Patin Lokal berdaging putih. Patin Pasopati merupakan gabungan sifat keduanya, misalnya produksi telur tinggi seperti Patin Siam, warna dagingnya putih seperti Patin Jambal/Lokal, dan pertumbuhannya cepat seperti Patin Jambal.

Berbeda dengan patin lokal yang sudah ada sejak dulu, Patin Siam menurut F Rahardi, Pengamat Agribisnis didatangkan dari Thailand tahun 1972 oleh Lembaga Penelitian Perikanan Darat (LPPD) di Sempur, Bogor. Sekarang lembaga ini bernama Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar, dan berkedudukan di Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Patin Pasopati merupakan hasil silangan dari lembaga tersebut.

Selama pemeliharaan patin, terkadang terjadi penyimpangan gen. Peristiwa inilah yang memacu munculnya Patin Albino. Kemunculannya tidak bisa dibuat/tidak bisa direkayasa oleh manusia. Yang terjadi saat ini, justru jenis Patin Siam dan Pasopati bisa menghasilkan Patin Albino. Menurut pengamat agribisnis F Rahardi, Patin Siam baik yang hitam maupun Albino sebenarnya bukan ikan hias, melainkan ikan konsumsi. Namun masyarakat negeri sub tropis senang memelihara ikan ini ketika masih berukuran kecil, karena ada strip perak membujur pada tubuhnya. Maka dari itu, Jambal Siam juga dibudidayakan sebagai ikan hias ketika masih kecil. Begitu juga dengan Patin Pasopati yang merupakan jenis patin konsumsi. Dari pemeliharaan ikan patin konsumsi berwarna abu-abu kehitaman, terkadang muncul Albino sebanyak 10%.