Trik Survive : Book Now,Stay Later!

Heni Juniarti, Corporate Director of Marketing Communications Horison Group

peluangusahaku.id – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, memukul segala sektor usaha. Namun, harus diakui, industri hospitality yang paling terdampak dengan wabah ini.

Dalam perbincangan peluangusahaku.id dengan Heni Juniarti, Corporate Director of Marketing Communications Horison Group bahwa grup Hotel Horison memiliki 50 cabang hotel di seluruh Indonesia. Dengan adanya pandemi ini, untuk sementara menutup 6 hotel yang ada di Pangandaran, Cilacap, Mangga Dua Jakarta, Bandung, Gorontalo dan Yogyakarta. “ Terpaksa ditutup karena tingkat akupansi tidak mencapai 2%. Ga bisa menutup overhead. Mau ga mau, para karyawan diberikan cuti diluar tanggungan,” jelasnya.

Melihat hal ini, manajemen harus mengambil langkah-langkah khusus agar hotel bisa tetap survive.  “Jadi meski hotel tutup, tapi resto tetap buka, karena menawarkan delivery makanan, juga jasa house keeping hingga laundry,” terang Heni.

Tak semua cabang hotel Horison babak belur di masa pandemi, ada juga hotel horison yang tingkat okupansi 100 persen. Misalnya Horison Ciledug. “Kami tetap menerapkan standar protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan WHO, misalnya physical distancing, cek temperatur dan juga wajib memakai masker,” ucapnya.

Tinggi rendahnya okupansi ini tergantung dari kebijakan yang diambil dari daerah tersebut. “Misalnya Yogyakarta tidak menerapkan kebijakan PSBB, jadi kegiatan masih normal. Kemarin di salah satu hotel kami di Yogyakarta, ada yang menikah, meski dengan jumlah tamu yang terbatas, “ ungkapnya.

Karena itu, di masa pandemi ini, ragam inovasi dihadirkan agar bisa melewati badai ini. “Kami menawarkan diskon dari 10 – 50%, lalu ada juga strategi book now, stay later dengan DP 50%. Ternyata banyak peminatnya,” pungkasnya.