Dahsyat, Permintaan Jambu Madu Lebih dari 1 Ton per hari

Sadikin dalam pembibitan menggunakan teknik stek dan cangkok. Induk pohon Jambu Madu Deli yang digunakan Sadikin yang telah berusia 4-5 tahun dengan fisik lurus dan tegak dengan persentase hidup 70%. Bedahalnya dengan yang dilakukan Timoti, ia lebih memilih menggunakan teknik sambung sisip hal itu dilakukan karena prosesnya dapat berjalan lebih cepat. Timoti menggunakan batang atas jambu (entres) yang sudah berumur dewasa, memiliki daun berwarna hijau tua dan yang paling penting tanaman yang dijadikan indukan sudah berbuah. Sedangkan batang bawah Timoti sengaja menggunakan pohon jambu mawar dan alas karena dapat menghasilkan perakaran yang lebih kokoh.

Dalam penyiaraman pohon Timoti memberikan saran, penyiraman dilakukan dua hari sekali yaitu pada saat pagi dan sore hari. Penyiraman di siang hari diperbolehkan namun hanya sebatas pada media tanahnya saja, karena jika daun atau buah terkena bulir air saat siang hari dimana sinar matahari sedang terik dapat mengakibatkan daun atau buah bisa boleng berwarna kehitaman. Sadikin mengatakan tanaman Jambu Madu Deli dapat tumbuh di segala ketinggian, baik dataran rendah maupun tinggi. Masa hidup pohon Jambu Madu Deli bisa di atas 10 tahun, tanaman Jambu Madu Deli yang ditanam sejak kecil di wadah polybag harus segera dipindah ke wadah yang lebih besar seperti planter bag, ember atau tong di usia 6 tahun karena pertumbuhan pohon dan akar yang mulai membesar.

Sadikin memperi tips, tanaman Jambu Madu Deli bisa diberi pupuk NPK, Mutiara atau pun pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing dilakukan sejak umur 1-6 bulan pertama.  Takaran pemberian pupuk kimia 1 sendok makan untuk 1 liter air, pemberian pupuk kimia interval waktu 7-10 hari sekali dan pupuk kandang bisa dilakukan 1-2 bulan sekali. Dalam 1 tahun setidaknya pohon Jambu Madu Deli dapat panen 3 hingga 4 kali.