UMKM Harus Melakukan Transformasi Digital

peluangusaha.id– Banyak UMKM terutama skala mikro yang terhantam langsung dengan adanya pandemi Covid-19. Pungkit Wijaya, Founder KopiKopi mengaku terdampak langsung dengan adanya pandemi ini. Menurutnya seluruh pelaku UMKM harus bertransormasi digital agar tetap bertahan saat ini.

Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penjualan offline usaha kuliner termasuk kedai kopi banyak yang tutup. Kebetulan ia menangani pasca panen produksi kopi dari hampir 500 petani kopi di satu desa. “Saat pandemi kebetulan para petani sedang panen raya. Setelah pasca panen, saya pasarkan hasil kopi ke kedai dan sesekali ekspor. Namun saat ini cashflow saya sudah tidak ada karena kedai kopi banyak yang tutup,” jelasnya.

Beberapa waktu lalu ia pergi ke Badan Karantina Pertanian untuk menanyakan persyaratan ekspor skala UMKM. Ternyata persyaratannya harus ekspor minimal satu kontainer. “Padahal permintaan ekspor produk kopi saya dari konsumen di Eropa hanya 30 kg. Mereka yang pesan juga dari skala UMKM, bukan pabrik. Peraturan ini tentu menyulitkan bagi kami dan sebaiknya peraturan ekspor untuk skala UMKM harus segera dirumuskan,” tambahnya.

Menurut Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) dan CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat (INKUR), saat ini banyak pelaku UMKM terpaksa mengandalkan bantuan sosial untuk mempertahankan kehidupannya. Namun ia melihat stimulus bansos sudah tidak bisa memberikan akselerasi untuk menaikkan daya beli masyarakat.

Kontribusi umkm sampai 57% terhadap GDP

Ia juga menilai komitmen pemerintah sangat rendah terhadap UMKM, terlihat dari skema penanganan Covid-19. Dari nilai Rp 318,09 triliun, ternyata tidak lebih dari Rp 34,15 triliun untuk UMKM, padahal kontribusi UMKM sampai 57% terhadap Gross Domestic Product (GDP) Indonesia. “UMKM selama ini tidak pernah meminta suntikan dana dari pemerintah maupun dana bailout, padahal UMKM sudah memberikan peluang pekerjaan yang cukup besar untuk masyarakat, memberikan multiplayer effect cukup besar, meningkatkan daya saing dengan berbagai inovasi. Sebagai pelaku koperasi usaha rakyat, saya sendiri membangun koperasi tanpa subsidi dari pemerintah,” jelasnya dalam Diskusi Nasib UMKM di Tengah Pandemi tanggal 20 Mei 2020.

Menurutnya ekonomi domestik selama ini jarang diperhatikan pemerintah, salah satunya ancaman krisis pangan dan energi.Ke depan ia berharap pemerintah mengerti persoalan. Kita juga harus bisa membangun infrastruktur sosial.