WIN Batik Diminati Para Turis

peluangusahaku.id – Berkarya dan berkreasi, itulah yang dilakukan Maryadi. Pria asal klaten ini memulai usaha sejak tahun 2012. “Setelah ada bimbingan pelatihan dari  TheInternational Organization for Migration (IOM)  pasca pemulihan gempa 2006,” cerita pria yang lahir di Klaten 8 Oktober 1973.

Maryadi bercerita, alasan memilih usaha batik, karena dulunya pernah bekerja di perusahaan batik. “Kebetulan keluarga bisa membatik (nyanting),” ucapnya.  Selain itu, pasar batik itu luas dan dari berbagai kalangan.

Ragam produk kain batik dari WIN Batik

Saat memulai usaha modalnya hanya Rp 500 ribu. Produknya dititip di toko-toko batik. Setelah laku, dibelikan kain dan dibuat produk batik lagi berdasarkan pesanan. Karena tidak bisa menjahit, Maryadi bekerjasama dengan penjahit.  “Pekerja bisa mengerjakan di tempat saya  atau dibawa pulang ke rumah masing-masing,” jelas Ayah 3 orang anak ini.

Yang membuat WIN Batik istimewa, karena menggunakan pewarna alami  yang ramah lingkungan. Bahkan bahan-bahannya mudah dicari di lingkungan sekitar. “Ini yang membuat produk kami diminati turis asing,” katanya bangga. Apalagi harganya berani bersaing dan sesuai kualitas.

Produk WIN Batik antara lain kain batik tulis & kain cap, ragam baju, sajadah, hingga bantalan sofa. Harganya antara Rp 150.000 – Rp 600.000. Khusus untuk kain, dijual per potong dengan ukuran 2,5 meter. Tempat produksi dan gerai untuk melihat ragam produknya berada di rumah Maryadi di Sidomulya, Banyuripan, Bayat Klaten, Jawa Tengah.